صَاحِبٌ لَمَّـا أَسَاءَ # أَتْبَعَ الـدَّلْوَالرِّشَاءَ
رُبَّ دَاءٍ لاَ أَرَى مِنْــ # ــهُ سِوَى الصَّبرَ شِفَاءَ
أَحْمَدُ اللهَ عَلَى مَا # سَرَّ مِنْ أَمْرِيْ وَسَاءَ
Teman saat susah selalu menyertakan timba dengan talinya.
Segala penyakit tiada obatnya melainkan kesabaran.
Segala puji bagi Allah, atas segala kesenangan dan kesusahan.
لِقَاءُ اْلحِمَامِ
يَا عَيْنُ! قَدْ نِمْتِ، فإستَنْبِهي، مَا اجْتَمَعَ اْلخَوْفُ وَطَيبُ اْلمَنَامْ
أكْرَهُ أنْ ألْقَى حِمَامِيْ، وَلاَ بُدَّ لِحَيً مِنْ لِقَاءِ اْلحِمَامْ
لاَ بُدَّ مِنْ مَوْتٍ بِدَارِ اْلبِلَى وَاللهُ بَعْدَ اْلمَوْتِ يُحْيِي اْلعِظَامْ
يَا طَالِبَ الدُّنْيَا وَلَذَّاتِهَا هَلْ لَكَ فِيْ مُلْكٍ طَويْلِ اْلمُقَامْ؟
مَنْ جَاوَرَ الرَّحْمَنَ، فِيْ دَارِهِ، تَمَّتْ لَهُ النِّعْمَة ُ كُلَّ التّمَامْ
Ajal Menjemput
Duhai mataku, kau telah mengantuk, waspadalah! Bagaimana bisa tidur, sedangkan diriku dalam ketakutan.
Aku takut menemui ajalku, Namun setiap orang pasti menemui ajalnya.
Hidup didunia ini harus ada kematian, namun Allah akan menghidupkan kembali.
Wahai pengejar dunia dan segala kenikmatannya, Apakah kau akan hidup selamanya?
Barangsiapa yang bertemu Yang Maha Pengasih di Surga, Maka cukuplah segala kenikmatan baginya.
يا صاحبي .....
عِنْدَمَا كُنّا رِفَاقاً .. كَانَتِ الدُّنْيَا هَنا
عِنْدَمَا كُنَّا صِحَابًا .. نَرْتَضِي رَبَّ السَّمَا
صَاحِبِي .. مَاذَا جَرَى ؟
مَا لِلْفُؤَادِ تَغَيَّرَ ؟
ما لِلنُّفُوْسِ تَبَدَّلَتْ ؟
ما لِلْوِدَادِ تَكَدَّرَ ؟
يا صاحبي.....
أَوَلَمْ تَكِنْ يَوْماً لَنَا
نَجْماً يُضِيْءُ لَنَا السُرَى
أَ تَبْعَدُ مُجْبَرًا أَمْ قَاصِداً
لَا مَا عَهِدْتُكَ هَكَذَا
قُلْ لِي بِرَبِّكَ يَا أَخِيْ
فَمَا عَهِدْتُكَ مُنْكِرَ
قُلْ لِي بِرَبِّكَ صادقاً
أَتَظُنُّ جَهْدَكَ مُثمِرَ ؟
يا صاحبي.....
مِنْ حُزْنِي.. كَرَّرْتُهَا
لَكِن صَاحِبِي اِنْبَرَى
مِنْ حُزْنِي.. كَرَّرْتُهَا
و صَاحِبِي لَا مَا دَرَى
مِنْ حُزْنِي.. كَرَّرْتُهَا
فَمَضَى بَعِيْدًا… وَ سَرَى
مِنْ حُزْنِي.. كَرَّرْتُهَا
حتى جفا عيني
إني اقول حقيقةً
فدع التجاهل والمِرا
و اْرجِعْ إِلَيْنَا مُسْرِعاً
اِجْعَلْ سِحابَكَ مُمْطِرًا
يا صاحبي !!!!!
Wahai Sahabatku.....
Dahulu, ketika kita berteman.. Dunia amat menyenangkan
Dahulu, ketika kita bersahabat… Kita mencari ridha Tuhan langit
Sahabatku.. Apa yang terjadi?
Apa yang membuat hati berubah?
Apa yang membuat diri berbeda?
Apa yang membuat cinta mengeruh?
Wahai sahabatku.....
Tidakkah ingat hari-hari kita
Indahnya bintang menerangi kita
Apakah kamu menjauh karena terpaksa? Ataukah sengaja?
Tidak, aku tidak menjanjikanmu demikian
Katakanlah dengan nama Tuhanmu wahai saudaraku
Aku tidak kan menyalahi janji
Katakanlah dengan nama Tuhanmu akan kejujuran
Apakah kamu menyangka usahamu berbuah hasil?
Wahai sahabatku....
Dari kepedihanku, ku ulangi
Akan tetapi sahabatku menentang
Dari kepedihanku, ku ulangi
Akan tetapi sahabatku tak mengerti
Dari kepedihanku, ku ulangi
Telah lama berlalu.. dan berlanjut
Dari kepedihanku.. ku ulangi
Sehingga basah kedua mataku
Sesungguhnya aku berkata sebenarnya
Maka jauhilah saling menyalahkan dan perdebatan
Kembalilah kepada kami segera
Jadikanlah mendungmu hujan
Wahai sahabatku !!!!!
Original Syair diambil dari SINI
Kuingin menjalani hidupku... sepenuhnya
Membuka mataku untuk semua Kemungkinan
Menempuh jalan yang belum pernah ditempuh dan bertemu wajah - wajah baru
Merasakan hal baru, menggapai bintang dilangit
Aku berjanji untuk menemukan diriku
Berdiri tegak penuh percaya diri
Life Is An Adventure!
I want to live my life to the absolut fullest
to open my eyes to be all i can be
to travel roads no taken, to meet faces unknown
to feel the stars
I promise to discover my self
to stand tall with greatness to chase down and catch every dream...
الحَيَاةُ هِيَ مُغَامَرَةٌ
أُرِيْدُ أَنْ أَعِيْشَ حَيَاتِيْ عَلَى أَكْمَلِ وَجْهٍ مُطْلَقٍ
لِنَظْرِ إِلَى كُلِّ اْلمُمْكِنَاتِ
والسَّفَرُ إِلَى اتِّخَاذِ أَيِّ الطُّرُقِ، لِمُوَاجَهَةِ وُجُوْهٍ غَيْرِمَعْرُوْفَةٍ
تَعَانِيْ مِنْ أُشْيَاءَ جَدِيْدَةٍ، وَاْلوُصُوْل إِلَى النُّجُوْمِ
وَعَدْتُ لِاكْتِشَافِ نَفْسِيْ
الوُقُوْفُ بِثِقَّةٍ
وَتَحْقِيْقُ كُلِّ اْلأَحْلاَمِ
الحُبُّ
الحُبُّ هُوَ مُعْجَبٌ مَعَ اْلقَلْبِ
مُعْجَبٌ هُوَ اْلحُبُّ مَعَ اْلعَقْلِ
لاَ أُحِبُّ أَبَدًا مَعَ شَخْصِ اْلكَمَالِ
وَلَكِنْ اسْمَحُوْا لَهُ اْلكَمَال
مَعَ اْلحُبِّ الَّذِيْ أَعْطَيْتَهُ لَهُ
لاَ يَزَالُ نَجْمًا فِيْ قَلْبِيْ
مِنْ أَجْلِ اْلبَقَاءِ اْلحُبِّ اْلخَالِدِ لَكَ
خَاصٌّ لِبلدي اْلحَبِيْبِ
Cinta
Mencintai adalah mengagumi dengan hati
Mengagumi adalah mencintai dengan pikiran
Jangan pernah mencintai seseorang dengan kesempurnaannya
Tapi jadikanlah dia sempurna
Dengan cinta yang kau berikan padanya
Tetaplah menjadi bintang di hatiku
Agar cinta tetap abadi untukmu
Spesial buat kekasihku
نَسِيْتُ اْلمَوْتَ
نَسِيْتُ اْلمَوْتَ فِيْمَا قَدْ نَسِيْتُ كَأَنِّيْ لاَ أَرَى أَحَداً يَمُوْتُ
أَلَيْسَ اْلمَوْتُ غَايَة َ كُلِّ حَيٍّ،
فَمَا لِيْ لاَ أُبَادِرُ مَا يَفُوْتُ
Aku lupa akan adanya kematian, dan entah kenapa aku menjadi lupa,
Seolah aku tak pernah melihat kematian telah menjemput seseorang.
- Bukankah kematian merupakan akhir perjalanan? Kenapa aku menyia-nyiakan hidupku yang akan hilang.
العِلْمُ وَ نَتِيْجَةٌ اْلمُعَلِّمِ
العِلْمُ أَحْسَنُ مَا بِهِ ظَفِرَتْ يَدُ
عَظُمَتْ عَلَيَّ بِهِ لِأُسْتَاذِيْ يَدُ
رُوْحِيْ فِدًى لِمُعَلِّمٍ تَحْيَا بِهِ
وَيَحْسُنُ مَصْدَرِيْ وَاْلمَوْرِدِ
وَيُطِبُّنِيْ مِنْ دَاءِ اْلجَهْلِ بِالَّذِيْ
يَعْيَا بِصُنْعِتِهِ الطَّبِيْبُ اْلأَوْحَدُ
العِلْمُ بَيْتٌ وَاْلمُعَلِّمُ سُلَّمٌ
وَمِنْ أَيْنَ تَرْقَى اْلبَيْتَ لَوْلاَ اْلمِصْعَدُ
فَاعْرِفْ لَهُ حَقًّا فَأَنْتَ بِهِ عَرَفْ
تَ اْلحَقَّ إِذْ غَضَّ الشَّبِيْبَةِ أَمْلَدَ
وَاْلعِلْمُ إِنْ أَنْصَفْتَ لاَ تَعْدِلْ بِهِ
عَرَضًا فِي الدُّنْيَا يَزُوْلُ وَ يَنْفُذُ
Nilai Ilmu dan Kedudukan Guru
- Ilmu adalahah sebaik apa yang dicapai tangan...
begitu besar tangan (jasa) guru ku ke atasku.
- Nyawaku taruhan bagi guruku, kerana dialah jernihnya kehidupanku.
- Dialah merawatku daripada penyakit jahil...
yang tiada dapat dilakukan oleh dokter yang agung.
- Ilmu ibarat rumah dan guru umpama tangga..
dari mana lagi ingin ke rumah kalu tidak melalui tangganya ?
- Maka ketahuilah hak seorang guru kerana dengan bantuannya dikau mengenali kebenaran ketika remaja.
- Ilmu itu kalau engkau insafi, engkau tiada dapat menyamakannya dengan barangan dunia yang hilang dan lesap.
دَفْعُ الشَّرِّ
لَمَّا عَفَوْتُ وَلَمْ أَحْقِدُ عَلىَ أَحَدٍ
أَرَحْتُ نَفْسِيْ مِنْ هَمِّ اْلعَدَاوَاتِ
إِنِّيْ أُحَيِّيْ عَدُوِّيْ عِنْدَ رُؤْيَتِهِ
لِأَدْفَعَ الشَّرَّ عَنِّيْ بِالتَحِيَّاتِ
وَأُظْهِرُ اْلبِشْرَ لِلإِنْسَانِ أَبْغَضُهُ
كَمَا إِِن قَد حَشَى قَلْبِيْ مَوَدَّاتِ
النَّاسُ دَاءٌ ،وَدَاءُ النَّاسِ قُرْبُهُمْ
وَفِي اعْتِزَالِهِمْ قَطْـعُ اْلمَوَدَّاتِ
Menolak Kejahatan
- Sewaktu aku memberi maaf dan tidak dengki pada orang lain
Jiwaku menjadi tenang dari permusuhan yang merisaukan.
- Apabila aku bertemu musuhku aku akan menghormatinya
Kesalahanku dapat kutebus dengan penghormatanku padanya.
- Kutampakkan wajah yang cerah kepada orang-orang yang kubenci
Seolah-olah hatiku dipenuhi dengan segera rasa riang.
- Manusia itu adalah penyakit dan penyakit manusia adalah mendekatinya
Sedang menjauhi mereka terputuslah rasa kasih sayang.
المَرْءُ بِأَصْغَرَيْهِ قَلْبُهُ وَلِسَانُهُ
إِذَا اْلمُشْكِلاَتُ تَصَدَّيْنَ لِيْ
كَشَفْتُ حَقَائِقَهـَا بِالنَّظَرِ
لِسَـانٌ كَشَقْشَقَةِ اْلأَرْحَبِي
وَكَاْلحُسَّامِ اْليَمَانِيِّ الذَّكَرُ
وَلَسْتُ بِإِمَّعَةٍ فِي الرِّجَالِ
أُسَائِلُ هَذَا وَذَا مَا اْلخَبَرُ
وَلَكِنَّن مُدْرَهُ اْلأَصْغَـرَيْنِ
جَلاَّبُ خَيْرٍ وَفَرَّاجُ شَرٍّ
Seseorang Itu Dinilai dengan Dua Hal: Hati dan Lidahnya
Apabila berbagai kemusykilan saling datang menimpaku
Maka aku dapat menyingkap apa sebenarnya yang terjadi.
Mulut yang bagai ludah onta yang berasal dari negeri Arhih
Dan seorang lelaki seperti padang Yaman.
Aku tidak ikut-ikutan pada pendapat-pendapat orang
Aku mesti tanya ini dan itu bagaimana keadaan mereka.
Tetapi aku menjadi pemukanya baik dalam hati maupun lisan
Yang menarik suatu kebaikan dan menghilangkan kesusahan.
الرِّضَا بِاْلقَدَرِ
وَمَا أَنَا رَاضٍ مِنْ زَمَانِيْ بِمَا تَرَى
وَلَكِنَّنِيْ رَاضٍ بِمَا حَكَمَ الدَّهْـرُ
فَإِنْ كَانَتِ اْلأَيَّـامُ خَانَتْ عُهُوْدُنَـا
فَإِنِّيْ بِهَا رَاضٍ وَلَكِنَّهَا قَهْــرُ
Menerima Takdir
- Apa yang kamu lihat sekarang bahwa aku tidak puas dan menerima
Namun aku puas dan menerima dengan segala keputusan Allah.
- Apabila hari-hari yang kulalui tidak memenuhi yang kukehendaki
Maka sebenarnya saya tidak menerima Namun dalam keadaan terpaksa.
اْلمَخْرَجُ
وَلَرُبَّ نَازِلَة ٍ يَضِيْقُ لَهَا الْفَتَى
ذَرْعاً، وَعِنْدَ اللهِ مِنْهَا اْلمَخْرَجُ
ضَاقَتْ فَلَمَّا اسْتَحْكَمَتْ حَلَقَاتُهَا
فَرَجَتْ، وَكُنْتُ أَظُنُّهَالاَ تَفْرُجُ
Jalan Keluar
- Banyak kejadian-kejadian yang menyusahkan pemuda
Padahal di sisi Allah banyak jalan keluar.
- Lingkaran-lingkarannya sempit semakin kuat justru semakin renggang
Semula aku mengira hal itu tidak akan terbuka.
القَنَاعَةُ وَالطَّمَعُ
العَبْدُ حُرٌّ إِنْ قَنَعْ
وَاْلحُرُّ عَبْدٌ إِنْ طَمَعَ
فَاقْنَعْ وَلاَ تَطْمَعْ فَلاَ
شَيْءٌ يَشِيْنُ سِوَى الطَّمَعُ
Sifat Qonaah dan Tamak
- Seorang budak menjadi merdeka jika ia memiliki rasa qonaah
Dan seorang merdeka akan budak jika memiliki sifat tamak.
- Relalah dan janganlah kamu tamak
Karena tidak ada sesuatu yang memburukkan kecuali ketamakan.
إِحْدَى اْلمُصِيْبَاتِ
يَا لَهْفَ نَفْسِيْ عَلَى مَالٍ أُفَرِّقُهُ
عَلَى اْلمُقِلِّيْنَ مِنْ أَهْلِ اْلمُرُوْءَاتِ
إِنَّ اعْتِذَارِيْ إِلَى مَنْ جَاءَ يَسْأَلُنِيْ
مَا لَيْسَ عِنْدِيْ لَمِنْ إِحْدَى اْلمُصِيْبَاتِ
Salah Satu Musibah
- Alangkah rugi diriku karena harta yang lepas
Kepada sedikit orang yang punya kewibawaan.
- Ketidak mampuanku untuk memberi kepada orang yang datang padaku
Sedang diriku memang tidak punya adalah suatu musibah.
بِقَدْرِ اْلكَدِّ
بقَدْرِ اْلكَدِّ تُكْتَسَبُ اْلمَعَالِيْ
وَمَنْ طَلَبَ اْلعُلاَ سَهِرَ الَّليَالِيْ
وَمَنْ رَامَ اْلعُلاَ مِنْ غَيْرِ كَدًّ
أَضَاعَ اْلعُمْرَ فِيْ طَلَبِ اْلمُحَالِ
تَرُوْمُ اْلعِزَّ ثُمَّ تَنَامُ لَيْلاً
يَغُوْصُ اْلبَحْرَ مَنْ طَلَبَ الَّلآلِيْ
Sesuai Dengan Kadar Kerja Keras
Sesuai dengan kadar kerja keras (segitulah) diperoleh kemuliaan
Barang siapa menghendaki derajat yang tinggi, (maka) ia akan begadang dimalam hari.
-
Barang siapa menghendaki derajat tinggi tanpa kerja keras
Maka sia-sia lah umur hidupnya dalam menempuh hal mustahil.
Engkau menghendaki ilmu tapi engkau tidur sepanjang malam
Akan menyelami kedalaman lautan, orang yang ingin mendapatkan mutiara.
القَضَاءُ
أرَى حُمُراً تَرْعَى وَتُعْلَفُ مَا تَهْوَى
وَأَسَداً جِيَاعاً تَظْمَأُ الدَّهْرَ لاَ تُرْوَى
وَأَشْرَافَ قَوْمٍ لاَ يَنَالُوْنَ قُوْتَهُمُ
وَقَوْماً لِئَاماً تَأكُلُ المَنَّ والسَّلْوَى
قَضَاءٌ لدَيَّانِ اْلخَلاَئِقِ سَابِقٌ
وَلَيْسَ عَلَى مُرِّ اْلقَضَا أَحَدٌ يَقْوَى
فَمَنْ عَرَفَ الدَّهْرَ اْلخُؤُوْنَ وَصَرْفَهُ
تَصْبِرُ لِلْبَلْوَى وَلَمْ يُظْهِرِ الشَّكْوَى
Ketentuan Takdir
- Kulihat keledai itu makan apa yang ia sukai
Dan kulihat singa-singa itu lapar dan haus selamanya.
- Kulihat para hangsawan itu hidup dalam kekurangan
Sedang rakyat biasa kulihat mereka hidup mewah.
- Itu merupakan takdir yang akan dilalui para makhluk
Dan tidaklah kuat seseorang akan pahitnya takdir.
- Orang yang mengetahui berubahnya masa dan keadaan
la akan sabar menghadapi cobaan dan tidak akan mengeluh.
أَعْرِضْ عَنِ اْلجَاهِلِ
أَعْرِضْ عَنِ اْلجَاهِلِ السَّفِيْهِ
فَكُلُّ مَا قَالَ فَهُوَ فِيْهِ
مَا ضَرَّ نَهْرَ اْلفُرَاتِ يَوْماً
أَنْ خَاضَ بَعْضُ اْلكِلاَبِ فِيْهِ
Tinggalkanlah Orang Bodoh
- Pergilah kamu Tinggalkan orang dungu itu
Apa yang ia katakan. Hanya itu saja yang tahu.
- Sungai Eufrat itu tidak akan berbahaya
Meski ada anjing yang tenggelam di situ.